BOJONEGORO — Suasana khidmat dan penuh makna terasa dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang digelar SD Negeri Ledokwetan Kecamatan Bojonegoro di kawasan wisata Khayangan Api, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (1/10/2026). Peringatan tersebut dirangkai dengan outing class dalam rangka kegiatan tengah semester, sehingga menjadi momentum bagi peserta didik untuk belajar sekaligus mengenal lebih dekat potensi lingkungan dan wisata daerah.
Seluruh peserta didik, dewan guru, dan staf SDN Ledokwetan mengikuti kegiatan tersebut. Seluruh petugas apel berasal dari dewan guru dan staf sekolah.
Kesakralan peringatan semakin terasa ketika lagu Mengheningkan Cipta dan Indonesia Raya dikumandangkan. Seluruh peserta mengikuti dengan sikap penuh hormat dan khidmat. Di tengah suasana alam Khayangan Api yang menjadi salah satu ikon wisata Kabupaten Bojonegoro, momentum tersebut menghadirkan pengalaman emosional sekaligus reflektif bagi seluruh warga sekolah.
Kepala SDN Ledokwetan, Rita Yuana, S.Pd.SD., M.Pd., menyampaikan bahwa pelaksanaan Hari Kesaktian Pancasila di Khayangan Api memiliki makna tersendiri. Nyala api alam yang terus menyala menjadi simbol yang relevan dengan semangat untuk menjaga nilai-nilai Pancasila agar tetap hidup dalam kehidupan generasi penerus bangsa.
“Peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini sangat istimewa karena dilaksanakan di Khayangan Api. Api yang terus menyala sepanjang masa dapat menjadi simbol bahwa jiwa Pancasila juga harus terus menyala dalam diri kita. Semangat itu harus kita jaga agar tidak pernah padam,” tutur Rita.
Ia menegaskan bahwa Pancasila tidak cukup hanya dipahami sebagai dasar negara atau dihafalkan oleh peserta didik. Nilai-nilai Pancasila perlu diwujudkan melalui perilaku sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
“Tugas kita adalah mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Menghargai perbedaan, menjaga persatuan, bergotong royong, bertanggung jawab, peduli kepada sesama, serta menjaga lingkungan merupakan bentuk nyata dari pengamalan nilai-nilai tersebut,” jelasnya.
Selain sebagai peringatan nasional, kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari outing class dalam rangka kegiatan tengah semester. Konsep tersebut memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mendapatkan pengalaman belajar secara langsung di luar kelas.
Khayangan Api dipilih bukan sekadar sebagai lokasi kegiatan, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran kontekstual. Peserta didik dapat mengenal salah satu potensi wisata Kabupaten Bojonegoro sekaligus memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan warisan daerah.
Menurut Rita, pengenalan terhadap potensi lokal sejak usia sekolah merupakan bagian dari upaya membangun rasa memiliki terhadap daerah. Anak-anak diharapkan tidak hanya mengetahui tempat-tempat wisata di Bojonegoro, tetapi juga tumbuh kesadaran untuk ikut menjaga keberadaan dan kelestariannya.
“Pariwisata adalah bagian dari kekayaan daerah yang harus kita rawat bersama. Anak-anak perlu belajar mencintai lingkungan sekaligus mengenal potensi daerahnya. Harapannya, mereka tumbuh menjadi generasi yang bangga terhadap Bojonegoro dan memiliki kepedulian untuk menjaga warisan yang kita miliki,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro dalam hal transportasi serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bojonegoro.
Dukungan lintas pihak tersebut turut menunjang pelaksanaan kegiatan agar dapat berjalan dengan baik dan memberikan pengalaman belajar yang aman serta bermakna bagi peserta didik.
Melalui kegiatan ini, SDN Ledokwetan mengintegrasikan pendidikan karakter, penguatan nilai Pancasila, kepedulian lingkungan, dan pengenalan potensi wisata lokal dalam satu rangkaian pembelajaran. Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pun tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diarahkan menjadi pengalaman pendidikan yang dapat membekas dalam diri peserta didik.
Di tengah nyala api Khayangan Api dan lantunan lagu kebangsaan yang menggema, warga SDN Ledokwetan kembali diingatkan bahwa menjaga Indonesia dapat dimulai dari hal-hal sederhana: menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam keseharian, menjaga persatuan, mencintai lingkungan, dan merawat kekayaan daerah untuk generasi yang akan datang.
Semangat tersebut menjadi bagian dari ikhtiar SDN Ledokwetan untuk turut mewujudkan Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan.
